Sahabat-sahabatku yang senantiasa istiqomah di jalan Allah, dasar dan pondasi awal dari kita sebagai muslim yang taat adalah iman kepada Allah SWT. Iman adalah suatu modal besar untuk mendapatkan ridho dan keberkahan dari Allah agar kita selalu diberikan petunjuk. Tetapi apakah kita sudah tahu posisi keimanan kita. Dengan ketidaktahuan inilah yang senantiasa akan membuat kita menjadi terbuai dan terlena dengan segala godaan yang akan menerpa iman kita agar semakin goyah.
Iman hamba Allah diklasifikasikan menjadi tiga tingkatan, yaitu antara lain :
1. Iman yang selalu bertambah dan tidak cenderung berkurang
Ini adalah tingkatan iman kepada Allah yang dimiliki oleh para nabi dan rasul. Pada tingkatan ini, setiap saat tingkat keimanan seorang nabi atau rasul akan selalu bertambah seiring dengan setiap keadaan yang dihadapinya hanya karena Allah semata dan kesucian hatinya sudah tentu akan selalu dijaga oleh Allah.
2. Iman yang tidak bertambah dan tidak cenderung berkurang
Tingkatan iman yang kedua ini adalah milik para malaikat. Mahluk suci yang senantiasa hanya setia kepada Allah ini memiliki tingkat keimanan yang cenderung tetap, tidak bertambah dan tidak berkurang dikarenakan mereka dikaruniai akal akan tetapi tidak diberikan hawa nafsu seperti layaknya manusia biasa. Sehingga tingkat keimanan seorang malaikat akan selalu tetap, yaitu hanya menyembah sang khalik tanpa ada kecenderungan berkurangnya iman dikarenakan tidak adanya hawa nafsu.
3. Iman yang cenderung bertambah dan cenderung untuk berkurang
Tingkatan iman yang terakhir ini adalah tingkatan iman yang dimiliki oleh manusia biasa seperti kita pada umumnya. Sebagai manusia biasa sudah tentu kita memiliki banyak godaan dan cobaan dalam mempertahankan iman kita kepada Allah. Hawa nafsu adalah salah satu faktor penting dalam hidup manusia yang sangat berperan dalam runtuhnya tingkat keimanan manusia apabila dikelola secara negatif. Kecenderungan dalam mengolah hawa nafsu memang sangatlah mudah mengarah ke arah yang negatif, tetapi bukannya tidak mungkin untuk megelola hawa nafsu tersebut untuk cenderung ke arah yang positif sehingga bersifa konstruktif untuk tingkat keimanan kita kepada Allah.
Dengan mengetahui hal diatas, sudah tentu kita sebagai manusia biasa harus terus berjuang agar tingkat keimanan kita selalu terjaga untuk terus bertambah. Perbanyak zikir, hadiri majelis ilmu dan selalu jauhi sifat sombong dan ujub yang hanya akan menghalangi hati kita dari kemuliaan… Semoga umur yang singkat ini dapat menjadi bekal yang cukup menghadap Allah sang penguasa hari akhir.
Insya Allah, Amin ya Robbal Al Amin…

0 komentar:
Posting Komentar